Wednesday, 8 March 2017

MONIKA mobil internet dan perpustakaan kewilayahan



Layanan MONIKA (mobil internet dan perpustakaan kewilayahan)







 Perkembangan teknologi informasi (TI) sangat pesat dan dibutuhkan oleh masyarakat untuk menyebarkan informasi secara cepat. Hal ini yang menjadi ide dasar diluncurkannya MONIKA yaitu mobil internet dan perpustakaan kewilayahan di kota Yogyakarta.
Sejak Januari 2017 layanan MONIKA dengan menggunakan armada mobil berkeliling di kecamatan, kelurahan, kampung, pusat keramaian yang ada di kota Yogyakarta.
Layanan MONIKA dilaksanakan atas prakarsa Pemerintah kota Yogyakarta (Pemkot Jogja) bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta yang beralamat di jalan Suroto 9, Kotabaru, Yogyakarta.
Dengan 2 armada mobil keliling yang dilengkapi dengan fasilitas internet, Wifi, perangkat Multimedia dan koleksi pustaka seperti buku, majalah, dan koran, MONIKA melayani warga yang rata-rata pelajar dengan 2 shift yaitu Pagi dan Siang. Shift Pagi dimulai pukul 08.00 – 16.00 WIB dan Shift Siang dimulai pukul 12.00 – 20.00 WIB.
Rata-rata pengunjung yang paling ramai adalah pada jam istirahat sore sekitar pukul 16.00 – 17.00 WIB karena para pelajar sudah pulang sekolah. Mereka memanfaatkan layanan MONIKA ini untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah dan sebagai media belajar online.
Sedangkan untuk lokasi terbanyak pengunjungnya adalah di perkampungan yang memungkinkan mobil layanan MONIKA ini dapat parkir.
Hari Minggu atau hari Libur Nasional lainnya layanan MONIKA tetap beroperasi dan kebanyakan berada di pusat-pusat keramaian yang ada di kota Yogyakarta ini seperti PASTY Dongkelan, Gembiraloka Zoo, Alun-Alun Utara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Taman Pintar dan tempat-tempat hiburan lainnya yang berada di kota Yogyakarta.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, jalan Suroto 9, Kotabaru Yogyakarta telpon (0274) 511314 atau FaceBook:perpustakaan kota jogja dan Twitter:@puskotjogja

PENGARUH MUSIK SAAT BELAJAR




MEMORY SONGS: Lagu Barat Lama Yang Mempengaruhi Gaya Belajar https://www.youtube.com/watch?v=EQOjxA8rrks




EBONY EYES  by The Everly Brothers
On a weekend pass 
I wouldn't have had time
To get home and marry that baby of mine
So I went to the chaplain and he authorized
Me to send for my ebony eyes
My ebony eyes was coming to me
From out of the skies on Flight 1203
In an hour or two 
I would whisper “I do”To my beautiful ebony eyes

SPOKEN
The plane was way overdue so I went inside to the airlines desk and I said “Sir, Iwonder why 1203 is so late?” He said “Aww, they probably took off late or theymay have run into some turbulent weather and had to alter their course.” I wentback outside and I waited at the gate and I watched the beacon light from thecontrol tower as it whipped through the dark ebony skies as if it were searching for(my ebony eyes.) And then came the announcement over the loudspeaker—“Would those having relatives or friends on flight number 1203 please report to thechapel across the street at once.”

Then I felt a burning break deep inside
And I knew the heavenly ebony skies
Had taken my life's most wonderful prize
My beautiful ebony eyes If I ever get to heaven I'll bet
The first angel I'll recognize
She'll smile at me and I know she will be
My beautiful ebony eyes


Begitulah lirik atau syair lagu Ebony Eyes yang dinyanyikan oleh kelompok The Everly Brothers pada pertengahan tahun 1961. Pengaruh lagu ini dalam ingatan saya luar biasa. Bayangkan tahun 1961 itu saya belum lahir (saya lahir tahun 1974), namun kenangan lagu itu saya dengar pertama kali sekitar tahun 1980 (ketika saya masuk TK). Kakak saya yang usianya terpaut 9 tahun waktu itu suka sekali mendengarkan lagu dari The Everly Brothers yang selalu ia putar saat belajar. Saya dapat ikut mendengarkannya dengan baik waktu itu karena usia kakak-kakak saya yang lain terpautnya 20 tahun! Apabila mereka belajar bersama, saya pun ikut nimbrung sambil menggambar atau kegiatan yang saya sukai yaitu koleksi mainan. Mereka semua penggemar lagu Barat lama atau sering disebut Sweet Memories, Golden Memories.
Di jaman yang serba digital sekarang ini, lagu-lagu tersebut sering diputar oleh ratusan stasiun radio dan ingatan lama pun kembali mengalir dalam otak karena tanpa sadar nostalgia bersama lagu itu hadir lagi seolah baru kemarin sore.
Otak Kanan kita yang mempunyai sifat Long Term Memory (ingatan jangka panjang) bekerja tanpa kita perintahkan, begitu otak mendapatkan impuls yang sesuai dengan tugas kerjanya. Otak Kanan ini bekerja selain menghadirkan kembali ingatan lama juga berfungsi kreativitas, imaginasi, linear, dimensional, artistik, emosi, warna, ruang, waktu, dan visual.
            Seperti pengalaman di atas, ketika saya mendengarkan lagu-lagu lama otak menghadirkan suasana yang sama ketika lagu itu pertama kali menyentuh emosi. Pada saat saya belajar pun sampai sekarang ketika sebuah lagu lama mengalun, secara otomatis ingatan saya kembali pada hal atau rumus atau gambar yang saya pelajari ketika lagu itu muncul. Memang luar biasa kemampuan Otak Kanan kita.
            Ketika proses belajar sedang berlangsung ada beberapa tipe atau jenis manusia yang terganggu dengan suara atau musik (audio) yang hadir saat itu, namun ada yang lebih mudah belajar dengan melihat gambar atau visual dan bahkan banyak juga jenis manusia yang belajarnya harus dengan jalan-jalan kian kemari sambil meletakkan barang atau mainan sehingga terkesan berserakan. Namun itu semua tergantung dari cara pembelajar itu menyerap informasi atau data yang sedang dipelajari. Semuanya tidak ada yang salah.
            Apabila seseorang dalam belajar lebih mampu berkonsentrasi dengan diiringi suara musik yang mengalun atau lagu yang diputar, gaya belajar jenis ini disebut sebagai gaya Auditori (suara). Gaya belajar yang hanya dapat fokus bila melihat gambar atau objek bergerak disebut sebagai gaya Visual (gambar). Sedangkan cara belajar yang selalu bergerak-gerak atau berpindah-pindah sesekali ruangan tempat belajarnya penuh berserakan aneka barang disebut gaya Kinestetik (gerak). Untuk gaya belajar kinestetik, orang dengan cara belajar seperti ini dapat dengan mudah menemukan lokasi barang apa saja yang ia letakkan atau pindahkan dengan mudah. Inilah kelebihan pembelajar dengan gaya kinestetik. Semua gaya belajar tersebut diatas sangat bermanfaat tergantung dari jenis pembelajarnya.
            Apabila Anda menemui atau mempunyai anak yang suka belajar sambil mendengarkan musik janganlah dimarahi karena memang itulah cara Tuhan memberikan kelebihan pada manusia yang masing-masing berbeda antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Tidak ada yang sama sekalipun manusia itu kembar identik.
Silakan share pengalaman belajar Anda. Semoga bermanfaat!



TUGU JOGJA



PEREMPATAN TUGU YOGYAKARTA

Bagi masyarakat Yogyakarta, lokasi perempatan Tugu tidaklah asing. Setelah renovasi pada tahun 2013, kini Perempatan Tugu mulai asyik untuk berwisata kuliner maupun ajang Selfie kaum muda dan wisatawan. Setiap hari selepas Maghrib, selalu berkumpul orang-orang muda maupun tua dari barbagai lapisan masyarakat untuk menikmati pemandangan Tugu yang eksotis di malam hari.
Namun akibat perkembangan dunia informasi dan didukung dengan penyediaan akses internet yang sangat pesat akhir-akhir ini, banyak terjadi kecelakaan dan beberapa tindak kejahatan lain sehingga masalah keamanan menjadi prioritas utama para aparat keamanan. Kasus kecelakaan lalu lintas dan perampasan Gadget yang dipakai untuk Selfie sering terjadi. Hal ini karena para pengguna jalan dan pengunjung Tugu sering terlena karena asyiknya menggunakan perangkat informasi tersebut.


Perlu diketahui bahwa perempatan Tugu tersebut menggunakan rambu ke kiri jalan terus untuk mengurangi kemacetan dan kepadatan lalu lintas. Dari arah jalan Jenderal Soedirman (Timur) menuju ke arah jalan Mangkubumi (Margo Utomo) di Selatan, dari jalan Pangeran Diponegoro (Barat) menuju ke arah jalan AM. Sangaji (Utara), dan dari jalan AM. Sangaji (Utara) menuju ke arah jalan Jenderal Soedirman (Timur). Untuk pemantauan arus lalu lintas dan situasi keamanan dipasang kamera CCTV di setiap sudut perempatan.

Rambu-rambu tersebut mirip juga dengan jalan hidup kita. Ada larangan yang bersifat moral, hukum positif, agama dan kultur. Masing-masing memiliki fungsi dan tujuan yang sama yaitu agar hidup manusia semakin relevan dengan kehendak Tuhan. Apabila dilanggar, maka terjadi ketidakharmonisan, kecelakaan dan aneka tindak kejahatan yang sangat merugikan manusia maupun lingkungannya. Sudahkah kita mematuhi rambu-rambu yang diberikan Tuhan dalam hidup kita?


Sunday, 5 March 2017

KLITHIH



KLITHIH: Fenomena Kejahatan Remaja dan Anak Muda



 Akhir tahun 2016 hingga 2017 di Yogyakarta dan daerah sekitarnya muncul aksi kekerasan atau kejahatan dengan modus membacok korban karena balas dendam atau alasan lain yang belum jelas, yang dilakukan oleh remaja usia sekolah. Aksi kejahatan itu biasa disebut Klithih. Banyak pihak prihatin akan kekerasan yang terjadi di Yogyakarta yang terkenal sebagai Kota Pelajar ini. Selain pelakunya adalah sebagian besar kalangan pelajar, mereka telah menciptakan kondisi ketakutan dan meresahkan masyarakat. Berbagai media massa memberitakan kondisi keamanan yang buruk ini selama hampir 2 bulan dan mengundang reaksi keprihatinan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai Gubernur DIY dan sekaligus Raja Ngayogyakarta Hadiningrat, para akademisi, rohaniwan dan masyarakat secara luas. Korban kejahatan Klithih ini banyak yang meninggal. Para penegak hukum terutama kepolisian menindak para pelaku tanpa pandang bulu dan usia karena jelas ini adalah kejahatan yang luar biasa kejamnya. Para pelaku ditindak dan dijatuhi hukuman maksimal sehingga mereka kehilangan harapan di masa mudanya.
Tahun 2016, kejahatan Klithih ini berlangsung pada malam hari. Korbannya masyarakat umum terutama pengguna kendaraan roda 2 yang melintas di tempat-tempat sepi. Para pelaku menciptakan teror ini menggunakan senjata tajam, di tempat-tempat sepi dan tanpa alasan jelas. Mereka biasanya ikut dalam geng-geng anak muda yang sekarang cenderung berkembang.
            Kamis, 2 Maret 2017 di kota Yogyakarta terjadi lagi kekerasan serupa namun berlangsung siang hari. Para pelaku akhirnya tertangkap dan mereka adalah para pelajar salah satu SMA di kota Yogyakarta. Modusnya adalah balas dendam karena saling mengejek di Media Sosial.
            Menurut Sosiolog UGM Prof DR Sunyoto Usman, fenomena Klithih dikalangan pelajar merupakan permasalahan sosial yang kompleks, sehingga membutuhkan upaya penanganan yang komprehensif melibatkan semua pihak yaitu orang tua (keluarga), lembaga pendidikan (sekolah) dan masyarakat. (Kedaulatan Rakyat, Sabtu Pon, 4 Maret 2017, halaman 7 kolom 5)
            Kejahatan Klithih yang cukup meresahkan ini sebenarnya dapat dicegah antara lain:
  1. Bagi para pelajar atau kaum muda hendaknya jangan keluar rumah larut malam bila tidak ada urusan yang sangat penting.
  2. Hindari melintas di jalan yang sepi.
  3. Apabila menggunakan kendaraan roda 2 lebih baik secara bersama-sama / bergerombol.
  4. bila merasa diikuti oleh seseorang yang tidak dikenal, sebaiknya menuju ke pos keamanan terdekat atau membunyikan klakson terus menerus sehingga mendapatkan perhatian masyarakat sekitar atau pengguna jalan lain.
  5. Selalu waspada di manapun berada.