Tuesday, 15 April 2014

BATU ROMO MANGUN,CODE






BATU ROMO MANGUN WIJAYA,Pr.

Benda ini terletak tepat di depan rumah yang dulu pernah ditempati oleh Romo YB. Mangun Wijoyo, Pr (sekarang Museum Romo Mangun) di kampung kotabaru RW 1, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta. Batu ini merupakan pecahan atau bagian dari sabodam penahan banjir yang terletak di selatan jembatan Gondolayu (Jembatan Jenderal Soedirman) karya tangan presiden RI pertama, Ir. Soekarno.
Menurut cerita dari penduduk setempat, batu ini pecah dan terseret arus sungai code pada sekitar bulan september 1967 yaitu terjadinya lahar dingin dari gunung Merapi. Kemudian disusul oleh banjir lahar dingin yang lumayan besar pada tahun 1975.
Saat tulisan ini muncul, batu yang sekarang menjadi 3 bagian yaitu, di bawah sisi selatan jembatan Gondolayu terdapat 2 pecahan disisi Barat dan Timur sungai Code, dan yang satunya tampak dalam foto.
Batu ini bermanfaat sebagai penahan arus air sungai Code bila terjadi banjir cukup besar sehingga melindungi perkampungan di sebelah Timur. Selain itu untuk tempat bermain anak-anak dan para pemancing ikan menjadikannya sebagai tempat terfavorit untuk memancing karena konon di situ terdapat banyak sekali ikan yang dikategorikan besar menurut ukuran penduduk sekitar sungai tersebut. Mereka menyebutnya “Batu Romo Mangun.”



Friday, 5 October 2012

 ORANG-ORANG PINGGIRAN JL. P. MANGKUBUMI JOGJA
Dalam waktu dekat ini di jalan Pangeran Mangkubumi Yogyakarta akan berdiri sebuah hotel mewah bintang 5 bernama hotel Quess.
Terjadi Pro dan Kontra dalam proses pembuatan akta tanah atau sertifikat dengan penduduk kampung Jogoyudan. Sebagai salah satu alasannya adalah permintaan warga Jogoyudan untuk meminta jalan tembus dari kampung Jogoyudan ke Jalan Mangkubumi dan Mushola Karya Bhakti bisa digunakan oleh warga. namun belakangan semua urusan sudah selesai dan dimulailah aksi pembangunan hotel mewah ini. Sebagai dampaknya beberapa warga masyarakat yang mengais rejeki di sepanjang lokasi hotel pun harus menanggung resiko tergusur atau kehilangan mata pencaharian mereka. "Hidup sudah susah sekarang semakin susah karena ulah orang-orang kaya." demikian kata Wiwid yang membuka usaha tambal ban di depan lokasi pembangunan itu. Ia bersama keluarganya sudah menempati lokasi itu 23 tahun lalu dan oleh pemerintah setempat (kecamatan Jetis Yogyakarta) sudah memiliki izin usaha.


Namun apa daya, Wiwid bersama beberapa rekan seprofesi tinggal meratapi bekas tempat usaha yang sekian puluh tahun telah menghidupi ia dan sanak keluarganya.

Monday, 1 October 2012

Veronica


Veronika berasal dari bahasa Yunani; Vera yang artinya Benar dan Ikon yang artinya Gambar;
inilah "GAMBAR YANG BENAR" dari MANUSIA KAIN KAFAN TURIN.

Wednesday, 4 August 2010

suara umat mutiara hidup imam




SUARA UMAT MUTIARA HIDUP IMAM

Banyak buku yang sudah ditulis berkaitan dengan refleksi pastoral Gereja. Namun pada umumnya buku-buku tersebut ditulis oleh para religius atau imam, yang berisikan petunjuk atau arahan-arahan serta nasihat rohani kepada umat atau kaum awam. Buku yang berisikan refleksi awam Katolik atas kehidupan dan pelayanan pastoral seorang imam sangat terbatas. Padahal hasil refleksi seorang awam tentang pengalaman mengenai kehidupan dan pengabdian seorang gembala atau imam dengan segala kelebihan dan kekurangannya secara terbuka dan jujur sangat penting, untuk membantu para imam melihat dan merefleksi diri dan pelayanannya.

Buku Suara Umat Mutiara Hidup Imam adalah hadiah dari umat bagi para imam. Isi tulisan yang ada dalam buku ini adalah ungkapan pengalaman yang cukup lama terpendam dalam sanubari seorang awam Katolik tentang kehidupan imam dan pelayanannya. Apa yang dituangkan dalam buku ini lahir dari perasaan cinta yang mendalam terhadap para imam dan kepada Gereja, agar mutu pelayanan imam semakin hari semakin baik.

menggugat pola pastoral

Saturday, 20 March 2010

CONFUSIUS


Filsafat Confucius sarat dengan konsep ke arah perbaikan kebudayaan. Walaupun masih implisit, Confucius memiliki pemikiran filsafati tentang kebudayaan dengan selalu mengaitkan aspek historitas. Hal ini terlihat dalam kata kunci yaitu jen yang digunakan dalam filsafatnya. Jen merupakan titik sentral filsafat Confucius. Jen berarti hubungan antara manusia dengan manusia berdasarkan kemanusiaan. Jen biasa diterjemahkan dengan kemanusiaan yang sempurna, kemurahan hati, kemanusiaan yang benar, kehendak baik, manusia yang mempunyai hati, empati, hubungan antar manusia. Semua hal tersebut sesungguhnya mengungkapkan kemanusiaan dalam kepenuhan dan keagungannya (To Ti Anh, 1985: 7). Dengan memasukkan aspek-aspek historisitas, Confucius mengarahkan kebudayaan di masa depan.